Brilio.net - Menjalani puasa Ramadhan tahun ini terasa sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya seiring terus meluasnya wabah virus corona (Covid-19). Dampak pandemi corona tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga mental. Aspek kehidupan tiap orang secara psikologis, sosial, bahkan spiritual ikut diuji saat ini.

Pemerintah pun telah mengimbau masyarakat untuk melakukan kegiatan di rumah termasuk bekerja, sekolah hingga ibadah untuk menekan angka persebaran virus corona. Situasi saat ini membuat orang berusaha mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Sementara saat berpuasa, tubuh akan kekurangan air dan zat gizi, terutama vitamin dan mineral. Kebutuhan nutrisi harian mungkin tidak terpenuhi semuanya. Untuk itu kita harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke tubuh pada saat sahur dan berbuka untuk menjaga daya tahan tubuh selama Ramadhan. Caranya dengan mengonsumsi makanan kaya nutrisi, tinggi protein, rendah gula dan lemak. Tujuannya untuk menjaga tubuh tetap berenergi selama berpuasa.

Asupan Ramadan © 2020 brilio.net(dok.Jovee)

Loading...

CEO Jovee.id Natali Ardianto mengatakan, berpuasa dan menjaga imunitas tubuh menjadi tantangan tersendiri. Asupan gizi dan nutrisi harus tetap dijaga. Semua vitamin kecuali vitamin K tidak diproduksi tubuh. Oleh karena itu jika asupan gizi tidak lengkap, maka mengonsumsi suplemen bisa menjadi solusi.

“Bagi sebagian besar orang Indonesia, puasa di bulan Ramadhan kali ini akan terasa spesial, karena harus tetap di rumah bersama keluarga. Juga jangan lupa perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka puasa,” ujar Natali.

Sementara Rosnah Pinontoan, konsultan kesehatan Medikku dan partner Jovee, menganjurkan asupan gizi bagi orang yang berpuasa di tengah pandemi sama dengan anjuran gizi seimbang. Saat Ramadhan terjadi perubahan waktu makan. Saat Ramadhan yang mungkin terjadi adalah dehidrasi dan kekurangan mikronutrien.

“Usahakan tetap menerapkan pola makan seimbang dan bervariasi selama sahur dan berbuka. Hindari makanan yang bersifat proinflamasi seperti mengandung gula tambahan dan minyak jenuh berlebihan. Jika sulit memenuhi pola makan seimbang dan bervariasi, tambahan suplemen dapat dipertimbangkan, agar kesehatan tetap terjaga,” katanya.

Salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama puasa adalah dengan mengkonsumsi multivitamin atau suplemen kesehatan. Jenis suplemen yang dipilih pun harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh. Khusus di bulan puasa ini, ada alternatif suplemen khusus Ramadhan yaitu multivitamin, habbatussauda, dan sari kunyit (turmeric).

Asupan Ramadan © 2020 brilio.net(dok.Jovee)

Multivitamin dapat membantu memelihara kesehatan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh karena mengandung beberapa jenis vitamin sesuai kebutuhan tubuh antara lain vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, kalsium, dan zat besi yang dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan virus maupun bakteri. Kandungan mineral dari multivitamin juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga dapat melawan radikal bebas.

Kemudian habbatussauda yang merupakan salah satu sumber thymoquinone memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi dan antioksidan. Hal ini membantu mencegah kerusakan sel dan meningkatkan kerja sistem imun dalam tubuh untuk menangkal radikal bebas dari luar. Selain itu, habbatussauda dapat menjaga lapisan sel pada lambung dan meningkatkan aktivitas sel beta dalam pankreas dalam mengatur gula darah.

Bagi yang memiliki riwayat maag bisa mengonsumsi sari kunyit yang juga tak kalah penting dan perlu dikonsumsi tubuh. Kandungan zat curcumin di dalamnya berfungsi sebagai anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan terhadap berbagai penyakit kronis, membantu mengendalikan diabetes, menetralisir radikal bebas sehingga dapat mencegah kerusakan sel pada tubuh.

Curcumin yang terkandung sangat dibutuhkan disaat bulan ramadhan karena dapat membantu mengurangi frekuensi kekambuhan gejala maag dan mampu bekerja mengendalikan produksi asam lambung serta empedu berlebih.

Jadi, jangan sampai wabah virus corona menghambat puasa kamu ya. Ibadah harus tetap berjalan agar pahala terus mengalir di bulan penuh berkah ini. Berdoa, berusaha dan selalu berpikir positif adalah inti dari menjaga kesehatan saat pandemi corona.

RECOMMENDED