Brilio.net - Sosok Yovania Assyifa Jami sempat viral lantaran kisah perjuangan hidupnya yang penuh rintangan. Anak bungsu dari dua bersaudara ini merupakan wanita muda yang didiagnosa memiliki gangguan mental sampai harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa.

Bermula dari bangku sekolah dasar, saat itu Yovania merasa depresi setelah mengikuti ujian nasional. Selain itu, wanita berusia 21 tahun ini pernah dibully oleh teman seangkatan sewaktu duduk di bangku SMP. Ia juga sempat hilang kesadaran saat berada di SMA. Kondisi mental Yovania makin memburuk tatkala dirinya mengalami halusinasi dan delusi sampai menyakiti diri sendiri.

BACA JUGA :
Cerita mahasiswa yang jadi takmir demi meringankan beban finansial dan wasiat orang tua

Bukan perjuangan mudah bagi Yovania dalam menjalani hidup. Sebelum dibawa ke rumah sakit jiwa, wanita ini pernah dipasung dan dirukiyah beberapa kali. Namun, karena tak kunjung sembuh kedua orang tua Yovania membawanya ke rumah sakit jiwa. Kini Yovania telah dinyatakan sembuh. Walaupun hingga saat ini dia masih mengonsumsi obat dan rutin ke psikiater karena mengidap Unspecified Bipolar Disorder.


foto: Instagram/@yovania_

BACA JUGA :
Kisah hidup Dodok, dari anak jalanan, pengamen, hingga jadi komika di usia senja

Sebagai mantan penyintas gangguan jiwa hingga dirawat di RSJ, tidak mudah buat Yovania untuk bisa diterima belajar di kampus-kampus yang ada. Dalam acara Rumpi Trans TV, Yovania mengatakan dirinya sudah empat kali ditolak masuk perguruan tinggi karena riwayat gangguan jiwa tersebut. Namun, berkat keputusan Yovania yang tidak mau menyerah pada keadaan, dia akhirnya diterima Vokasi (D3) UI jurusan Public Relation pada 2021.

"Hey fellas! i'm Yovania Asyifa Jami and i'm honored to be part of Department of Social Humanities, Vocational Program of Public Relations in University of Indonesia 2020," tulis Yovania dalam keterangan salah satu postingan Instagram-nya, dikutip brilio.net pada Kamis (18/1).

 

 

foto: Instagram/@yovania_

Selama tiga tahun menjadi mahasiswa UI, Yovania sempat masuk Rumah Sakit Jiwa kembali pada 2023 lalu. Kendati demikian, wanita kelahiran 2002 ini mampu menunjukkan kalau mantan pasien RSJ juga bisa beraktivitas normal, berprestasi, dan lulus dari perguruan tinggi.

"April 2023: Yova Masuk RSJ lagi? Tuhkan lolos UI hoki doang, pas udah kuliah di UI juga jadi g1l4 lagi," begitu keterangan reels Yovania yang diunggah pada Selasa (16/1).

foto: Instagram/@yovania_

Lewat kerja keras dan tekad kuat, Yovania akhirnya lulus dari Universitas Indonesia dan menyandang title A.Md. Hms di belakang namanya, serta mendapat predikat cumlaude. Momen perayaan kelulusan ini diunggah oleh Yovania sebagai bentuk pembuktian dan euforia karena berhasil menamatkan kuliahnya selama 3 tahun.

"The dreams I planted, finally blossomed (mimpi yang ku rencanakan, akhirnya mekar (tercapai)) " ujar founder komunitas Patahkan Stigma (Pasti.id).

foto: Instagram/@yovania_

Kini Yova menjadi mental health influencer, orang yang peduli dan senang membagikan pengetahuan tentang kesehatan mental di sosial media. Dia juga suka melakukan kampanye yang berkaitan dengan kesehatan mental di Instagram.

Kelulusan Yovania Assyifa ini mendapat respon positif dari warganet. Tidak sedikit yang memberikan ucapan selamat kepada Yova atas prestasi yang diraihnya selama ini.

"Congratulations dear, sukses trs ya," ucap @meylaniaaaaaa.

"Congratulations adee!! Semoga ilmu nya bermanfaat yaaaa,” kata @ptrlaura.

Yovaaa kamu keren bangettt.. aku juga seorang penyintas skizoafektif dan saat ini sedang kuliah.. aku selalu mikir apa aku bisa lulus dengan keadaan aku yang kaya gini, tapi ngeliat kamu aku jadi termotivasi dan yakinin diri bahwa yova aja bisaa masa aku gabisa.. aku juga pasti bisa, terimakasih sudah menjadi sosok motivator yova," ungkap @nadisnthere.

"Aaahh proud of you kak. sudah melewati masa sulit. Hebat. Tetap semangat ya kakak. Salam dari mantan pasien poli kesehatan jiwa," timpal @astyana23.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Yovania Asyifa Jami (@yovania_)

 

(brl/mal)

RECOMMENDED